Begini Cara Mencegah Terjadi Cedera Saat Mendaki

Photo of author

By Admin Jurnal Kit

Namanya traveling atau jalan-jalan, apalagi kalau ke daerah pegunungan dan mendaki gunung, segala sesuatu bisa saja terjadi. Itu sebabnya, Anda perlu melakukan berbagai persiapan. Anda juga sebaiknya mencari sebanyak mungkin informasi, apa saja yang biasanya dialami oleh orang lain ketika sedang mendaki. Semakin banyak informasi yang Anda tahu, maka semakin banyak hal pula yang bisa Anda siapkan. Nah, begini cara mencegah terjadi cedera saat mendaki. 

Cara Mencegah Terjadi Cedera Saat Mendaki

Di pegunungan, sehati-hati apapun Anda, tetap ada kemungkinan mengalami suatu hal tak terduga dan tak diinginkan, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. Yuk, cari tahu penyakit dan cedera apa yang mungkin dihadapi selama pendakian dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

  • Lelah Berlebihan hingga Pingsan

Saat mendaki atau dalam acara menjelajah alam, kelelahan merupakan hal yang wajar. Siapapun cepat atau lambat akan merasakannya. Selain medan yang berat, perjalanan jarak jauh, pola makan yang kurang, kurang tidur, kurang olahraga, atau kurang darah juga dapat menyebabkan kelelahan. Jika ini terjadi saat Anda mendaki, sebaiknya istirahat saja sebentar untuk memulihkan energi yang hilang. Selain itu, cobalah makan makanan yang berasa manis, seperti coklat, madu, permen, atau pisang. Sementara itu, bagi yang menderita anemia, jangan lupa membawa dan mengkonsumsi vitamin atau suplemen makanan penambah darah yang banyak dijual di apotik.

  • Kram dan Otot Lumpuh

Kram dan otot lumpuh sementara hingga Anda susah bergerak bisa saja terjadi ketika Anda sedang mendaki. Penyebabnya, bisa karena berkurangnya air dalam tubuh atau Anda mengalami dehidrasi, sehingga otot berkontraksi secara berlebihan. Kram biasanya menyerang otot kaki, kadang bisa pula menyerang perut. Hal ini bisa terjadi karena saat Anda mendaki, Anda memaksa setiap otot Anda bekerja sangat keras, padahal pada hari biasa Anda biasanya jarang berjalan kaki. Untuk mencegahnya, sebelum mendaki Anda harus melatih otot paha dan otot pinggul agar otot tersebut bisa menjadi penopang saat mendaki. 

Agar tidak mengalami kram dan otot lumpuh, minum dan istirahat secukupnya setiap interval jarak tertentu. Sambil beristirahat, lakukan peregangan (stretching) agar otot kembali bugar. Kurangi kecepatan langkah Anda apabila dirasa perlu.Tidak masalah sedikit lebih lama dalam perjalanan, yang penting Anda selamat dan baik-baik saja.

  • Salah Urat (Whiplash)

Di dunia kedokteran, istilah salah urat merujuk pada cedera leher akibat adanya gerakan mendadak yang memaksa otot/urat leher menegang di luar batas normal. Sesuai dengan namanya dalam bahasa Inggris, whip berarti cambuk, dan lash berarti lecutan atau kibasan. Jadi, secara harfiah, whiplash berarti cedera akibat gerakan mendadak yang dialami bagian kepala dan leher.

Saat pendakian, walau kepala dan leher Anda tidak harus bergerak mendadak seperti lecutan cambuk untuk mengalami cedera tersebut, efek yang ditimbulkan dari membawa beban berlebih di punggung, dalam jangka panjang akan sama saja, yaitu tertariknya urat-urat leher Anda. Gejala yang paling gampang dikenali, biasanya kepala pusing atau leher terasa sakit saat digerakkan selain ke arah depan. Bila ini terjadi, segeralah beristirahat. Letakkan beban bawaan, seperti tenda, dan lainnya, agar darah di sekitar pundak dan leher kembali mengalir normal.

  • Keseleo atau Terkilir (Sprain)

Cedera pergelangan kaki (rolled ankle) ini berupa rasa sakit dan bengkak pada pergelangan kaki, meski Anda tidak menyadari kalau Anda keseleo selama perjalanan. Cedera ini disebabkan jika otot betis ke bawah kurang kuat, sehingga tidak memberikan kestabilan pada pergelangan kaki saat berjalan di tempat yang tidak rata, seperti berbatu atau tanah. Untuk pencegahannya, latih keseimbangan satu kaki dengan membawa beban untuk memperkuat otot kaki bawah Anda, termasuk pergelangan kaki. Pada kasus ini, persendian yang dimaksud tentu saja persendian kaki. Gejala yang terasa, seperti misalnya; rasa sakit, pembengkakan, memar, atau kesulitan menggerakkan bagian tubuh yang terdampak.

Untuk mengatasinya, Anda perlu mengistirahatkan kaki dan mengangkatnya lebih tinggi dari bagian tubuh untuk mengurangi pembengkakan. Bila tersedia dan kebetulan membawa, gunakan Pain/Strain Relief Spray seperti yang biasa digunakan oleh paramedis dalam setiap pertandingan olahraga.

Leave a Comment